Artificial Intelligence dalam Pendidikan: Peluang dan Isu Etis
Artificial Intelligence dalam Pendidikan: Peluang dan Isu Etis

Sinopsis

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa peluang besar dalam peningkatan kualitas, efisiensi, dan inovasi pendidikan, namun sekaligus menghadirkan berbagai isu etis seperti integritas akademik, keadilan, privasi data, dan peran nilai-nilai kemanusiaan. Book chapter ini disusun sebagai upaya akademik untuk mengkaji pemanfaatan AI dalam pendidikan secara seimbang, dengan menempatkan peluang dan tantangan etis sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dengan pendekatan multidisiplin, buku ini mengupas bagaimana AI dapat dioptimalkan untuk menciptakan pembelajaran adaptif, personalisasi materi, serta evaluasi yang cerdas, sekaligus mengkaji risiko etis yang mengintai. Para penulis mengajak pendidik, mahasiswa, dan praktisi untuk tidak hanya melek teknologi tetapi juga kritis terhadap dampak sosial dan moral dari adopsi AI di lembaga pendidikan.

Informasi Buku

Penulis Dr. Fitriyana Azizah, M.Pd., C.MA, C.M.BA, dkk.
Editor Muhamad Zainul Umam, M.Pd.I.
Judul Lengkap Artificial Intelligence dalam Pendidikan: Peluang dan Isu Etis
Ukuran 15,5 x 23 cm (B5)
Halaman xii + 276 Halaman
ISBN 978-623-xxxx-xx-x (Proses)
Berat 380 Gram
Harga Rp. 118.000 Rp. 95.000 -19%

Keunggulan Buku

Peluang AI untuk Pendidikan

Meningkatkan kualitas, efisiensi pembelajaran, personalisasi materi, dan evaluasi cerdas berbasis kecerdasan buatan.

Integritas Akademik

Mengupas tantangan plagiarisme, kecurangan, dan cara menjaga kejujuran ilmiah di era AI generatif.

Privasi Data & Keadilan

Analisis mendalam tentang perlindungan data siswa, bias algoritmik, dan kesenjangan akses teknologi.

Nilai-nilai Kemanusiaan

Menjaga peran guru, empati, dan interaksi manusiawi di tengah otomatisasi digital.

Testimoni Akademisi

“Buku yang sangat relevan dan tepat waktu! Dr. Fitriyana Azizah dan tim tidak hanya membahas kecanggihan AI dalam pendidikan, tetapi juga dengan berani menyoroti isu etis yang sering diabaikan. Integritas akademik, privasi data, dan keadilan dibahas secara seimbang dengan peluang inovasi. Wajib dibaca oleh setiap pendidik, perancang kurikulum, dan pembuat kebijakan pendidikan.”

Dr. H. Ade Suryana, M.Pd.. Dosen Teknologi Pembelajaran & AI

Dapatkan Buku Ini

Kuasai peluang AI dan pahami isu etisnya. Pesan sekarang untuk mendapatkan harga spesial serta sampel bab gratis tentang “Privasi Data dan Keadilan dalam AI Pendidikan”.

Pesan via WhatsApp

Bagikan info buku ini:

From Classroom to Digital Space: Transformasi Pendidikan di Era Disrupsi
From Classroom to Digital Space: Transformasi Pendidikan di Era Disrupsi

Sinopsis

Perkembangan teknologi digital dan era disrupsi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Transformasi dari pembelajaran konvensional menuju ruang digital menuntut para pendidik dan akademisi untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

Hadirnya buku ini merupakan kontribusi akademik yang penting dalam memberikan wawasan mengenai tantangan dan peluang transformasi pendidikan di era digital. Saya berharap buku ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi pendidikan.

Informasi Buku

Penulis Dr. Fitriyana Azizah, M.Pd, C.MA, C.M.BA, dkk.
Editor Muhamad Zainul Umam, M.Pd.I.
Judul Lengkap From Classroom to Digital Space: Transformasi Pendidikan di Era Disrupsi
Ukuran 15,5 x 23 cm (B5)
Halaman xii + 280 Halaman
ISBN 978-623-xxxx-xx-x (Proses)
Berat 380 Gram
Harga Rp. 118.000 Rp. 95.000 -19%

Keunggulan Buku

Dari Kelas ke Digital

Strategi transformasi pembelajaran konvensional menuju ruang digital yang adaptif dan inovatif.

Menghadapi Disrupsi

Pemahaman mendalam tentang tantangan dan peluang di tengah perubahan zaman yang cepat.

Praktik Terbaik

Studi kasus dan best practice implementasi teknologi digital dalam proses belajar mengajar.

Untuk Pendidik & Akademisi

Referensi esensial bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi pendidikan di era digital.

Testimoni Akademisi

“Buku ini menjadi panduan yang sangat relevan bagi para pendidik yang ingin bertransformasi di era disrupsi. Dr. Fitriyana Azizah dan tim berhasil meramu konsep-konsep mutakhir tentang digitalisasi pendidikan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami namun tetap kaya akan nilai akademis. Wajib dibaca bagi siapa pun yang peduli pada masa depan pendidikan.”

Prof. Dr. H. Muhammad Natsir, M.Pd. Guru Besar Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang

Dapatkan Buku Ini

Siapkan diri Anda menghadapi transformasi pendidikan digital. Pesan sekarang dan dapatkan harga spesial serta bonus sampel bab gratis.

Pesan via WhatsApp

Bagikan info buku ini:

Pembukaan KKN Lingkar Kampus IPRIJA Angkatan 22 di Kelurahan Cilangkap

Pada hari Senin, 20 April 2026 pukul 09.00 WIB, Aula Kantor Kelurahan Cilangkap, Jakarta Timur, menjadi tempat penyelenggaraan acara pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lingkar Kampus IPRIJA Angkatan ke-22. Acara ini diikuti oleh 75 mahasiswa yang berasal dari tiga fakultas di lingkungan Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA), yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Dakwah, dan Fakultas Syariah.

Suasana pembukaan KKN IPRIJA Angkatan 22
Suasana pembukaan KKN IPRIJA Angkatan 22 di Aula Kantor Kelurahan Cilangkap

Acara pembukaan dihadiri oleh Lurah Cilangkap, Bapak Suratno, S.Sos., M.Si, serta Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat, Ibu Eriwati, SE, M.Si, dan perwakilan dari tiga RW, yaitu RW 01, RW 03 dan RW 06. Sementara itu dari pihak kampus langsung dihantar oleh Rektor IPRIJA Drs. Mujiono, MA., didampingi Wakil Rektor I, II, dan III, para dekan dari ketiga fakultas, serta tiga dosen pembimbing lapangan yang akan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Ustadz Dawud, mahasiswa IPRIJA yang pernah meraih juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Setelah pembacaan ayat suci, ketua panitia yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IPRIJA, Dr. Muhamad, MA, menyampaikan tema KKN yang dirumuskan untuk Angkatan ke-22 Tahun Akademik 2025/2026. Tema tersebut adalah “Kolaborasi, Membangun Pekerti, Agama dan Kelestarian”, yang disingkat menjadi tagline #IPRIJAKOMPAK.

Dr. Muhamad menjelaskan bahwa tema ini mengusung tiga subtema besar yang sejalan dengan visi dan misi IPRIJA, yaitu menjadikan kampus sebagai tonggak positif dalam menjalin sinergi antara pembelajaran akademis, pengabdian masyarakat, dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tema tersebut, mahasiswa IPRIJA diharapkan dapat berperan aktif memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sekitar kampus dalam berbagai aspek kehidupan, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam yang rahmatan lil-‘alamin.

Selanjutnya, Rektor IPRIJA, Drs. Mujiono, MA., melakukan penyematan tanda peserta secara simbolik kepada perwakilan mahasiswa, sekaligus meresmikan KKN dan melakukan serah terima mahasiswa kepada Lurah Cilangkap. Dalam sambutannya, Rektor IPRIJA menyampaikan pesan agar mahasiswa mampu belajar dari masyarakat, di samping juga mengajarkan kepada masyarakat. Rektor juga memohon kepada Lurah dan warga Cilangkap untuk turut membantu membina dan mengarahkan mahasiswa selama pelaksanaan KKN.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Cilangkap, Bapak Suratno, S.Sos., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik segenap civitas akademika IPRIJA yang akan terjun ke masyarakat.

Lurah yang berhasil membawa Cilangkap 10 besar kelurahan terbaik se-Provinsi DKI Jakarta dalam ajang Penganugerahan Benyamin S Award (Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera) tahun 2025 itu menjelaskan bahwa teori berbeda dengan praktik, dan mahasiswa akan belajar bahwa melayani masyarakat memiliki banyak tantangan.

Lurah yang secara aktif menjalin silaturahmi dengan tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat juga menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan materi, tetapi juga memerlukan aspek spiritual. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa Islam diharapkan dapat membantu memperbaiki pemahaman Al-Qur’an, kemampuan baca Al-Qur’an, tahsin, dan pengajaran agama di masyarakat.

Sambutan Pak Lurah yang ramah dan santai disambut antusias oleh para mahasiswa. Suasana semakin hangat ketika beliau menutup sambutannya dengan empat bait pantun khas Betawi yang disampaikan secara dadakan. Pantun tersebut dinilai mahasiswa sebagai penutup yang “cakep”, menghibur, dan penuh kesan.

Sesi foto bersama dan ramah tamah usai KKN
Suasana ramah tamah usai acara pembukaan KKN IPRIJA Angkatan 22

Acara pembukaan KKN Mahasiswa IPRIJA Angkatan 22 ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustad Mohammad Tohajudin. Selanjutnya diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah Kasie Kesra Ibu Eriwati, SE, M.Si., dengan para Dosen Pembimbing Lapangan dan Ketua RW 01, RW 03 dan RW 06. (MA)

Transformasi Pendidikan Islam di Era Society 6.0: Integrasi AI, Literasi Digital, dan Nilai Spiritual
Transformasi Pendidikan Islam di Era Society 6.0

Sinopsis

Perkembangan kecerdasan artifisial dan teknologi digital di era Society 6.0 membawa perubahan mendasar dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Integrasi AI dan literasi digital menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan pendidikan, namun juga menuntut penguatan nilai-nilai spiritual, etika, dan kemanusiaan agar transformasi yang terjadi tetap berorientasi pada kemaslahatan.

Buku ini ditulis oleh para pakar dan praktisi pendidikan sebagai upaya akademik untuk mengkaji transformasi pendidikan Islam secara komprehensif melalui perspektif teknologi, literasi digital, dan nilai spiritual. Buku ini layak menjadi referensi bagi dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi pendidikan, serta pemangku kebijakan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang adaptif, humanis, dan berkeadaban.

Informasi Buku

Penulis Meity H. Idris, M.Pd.I., dkk.
Editor Muhamad Zainul Umam, M.Pd.I.
Judul Lengkap Transformasi Pendidikan Islam di Era Society 6.0: Integrasi AI, Literasi Digital, dan Nilai Spiritual
Ukuran 13,3 x 25 cm (UNESCO)
Halaman xviii + 370 Halaman
ISBN 978-623-xxxx-xx-x (Proses)
Berat 450 Gram
Harga Rp. 135.000 Rp. 109.000 -19%

Keunggulan Buku

Integrasi AI & Pendidikan

Membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses belajar mengajar pendidikan Islam.

Literasi Digital

Strategi peningkatan kompetensi digital bagi pendidik dan peserta didik di era Society 6.0.

Penguatan Nilai Spiritual

Menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai Islami, etika, & kemanusiaan.

Untuk Akademisi & Praktisi

Referensi komprehensif bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan pembuat kebijakan pendidikan.

Testimoni Akademisi

“Buku ini hadir di waktu yang tepat saat dunia pendidikan Islam membutuhkan panduan adaptif. Perpaduan antara kajian AI, literasi digital, dan nilai spiritual disajikan secara seimbang dan aplikatif. Sangat direkomendasikan untuk semua pegiat pendidikan yang ingin transformasi tanpa kehilangan jati diri.”

Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd. Guru Besar Manajemen Pendidikan Islam UIN Jakarta

Dapatkan Buku Ini

Jadilah bagian dari transformasi pendidikan Islam yang humanis dan berkeadaban. Dapatkan harga spesial untuk pemesanan di masa pra-cetak.

Pesan via WhatsApp

Bagikan info buku ini:

Analisis Rangka Batang Dengan Metode Elemen Hingga
Modul MEH Seri-1 Analisis Rangka Batang Dengan Metode Elemen Hingga

Sinopsis

Buku ini hadir sebagai panduan fundamental bagi mahasiswa teknik sipil, teknik mesin, serta praktisi yang ingin mendalami aplikasi Metode Elemen Hingga (MEH) secara terstruktur. Buku ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori matematika yang abstrak dengan penerapan teknik rekayasa yang nyata.

Lebih dari sekadar teori, buku ini juga memberikan panduan langkah demi langkah implementasi analisis menggunakan perangkat lunak elemen hingga berbasis teks maupun antarmuka grafis. Setiap bab dilengkapi dengan contoh soal kasus nyata, seperti analisis rangka batang statis tertentu dan tak tentu, disertai dengan perbandingan hasil antara perhitungan manual dan simulasi komputer. Diharapkan, setelah mempelajari Seri-1 ini, pembaca tidak hanya mampu melakukan analisis struktur rangka batang secara akurat, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk melanjutkan ke pembahasan elemen yang lebih kompleks pada materi berikutnya.

Seri 1

Informasi Buku

Penulis Dr. Heri Khoeri, ST., MT.
Judul Analisis Rangka Batang Dengan Metode Elemen Hingga
Ukuran 15.5 x 23 cm (B5)
Halaman xii + 145 Halaman
ISBN 978-623-xxxx-xx-x
Berat 250 Gram
Harga Rp. 95.000 Rp. 75.000 -21%

Keunggulan Buku

Panduan Terstruktur

Penyajian materi fundamental MEH yang sistematis dan mudah dipahami bagi pemula.

Manual & Software

Dual pendekatan: perhitungan manual untuk pemahaman konsep dan simulasi software untuk validasi.

Kasus Rangka Batang

Fokus spesifik pada analisis struktur truss (statis tertentu dan tak tentu) yang relevan industri.

Fondasi Kokoh

Menjadi persiapan tepat untuk mempelajari elemen hingga tipe lain pada seri berikutnya.

Testimoni

“Buku ini menjadi jawaban atas kesulitan mahasiswa dalam memahami Metode Elemen Hingga. Dr. Heri Khoeri mampu menyederhanakan konsep matriks kekakuan yang rumit menjadi contoh numerik yang sangat aplikatif. Sangat direkomendasikan sebagai pengantar sebelum masuk ke software FEA yang kompleks.”

Budi Santoso, S.T., M.T. Dosen Struktur Universitas Teknologi

Dapatkan Buku Ini

Kuasai analisis struktur modern dengan panduan praktis ini. Dapatkan harga spesial diskon 21% untuk pemesanan hari ini.

Pesan via WhatsApp

Bagikan info buku teknik ini:

Membangun Karakter dan Literasi Sains: Pendekatan Aqidah Akhlak dalam Pembelajaran MI
Membangun Karakter dan Literasi Sains: Pendekatan Aqidah Akhlak dalam Pembelajaran MI

Sinopsis

Buku ini menghadirkan konsep pembelajaran integratif yang memadukan literasi sains dengan pembentukan karakter melalui pendekatan Aqidah Akhlak di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI). Karya Umi Sulistyani dan Muhamad Zainul Umam ini menawarkan solusi strategis bagi pendidik dalam menghadapi tantangan era modern, di mana penguasaan ilmu pengetahuan alam harus beriringan dengan penguatan nilai-nilai keimanan dan moral peserta didik.

Melalui pendekatan yang kontekstual dan aplikatif, buku ini memandu guru untuk menghubungkan fenomena alam dengan kebesaran Allah SWT, sehingga proses pembelajaran sains tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan karakter siswa. Buku ini sangat relevan sebagai referensi utama bagi guru MI, mahasiswa PGMI, serta praktisi pendidikan Islam yang ingin mewujudkan generasi yang cerdas secara intelektual dan berkarakter mulia.

Cover Buku Membangun Karakter dan Literasi Sains
Terbaru

Informasi Buku

Penulis Umi Sulistyani, M.Pd dan Muhamad Zainul Umam, M.Pd.I
Editor Dr. Muhamad, MA
Ukuran 14 x 21 cm
Halaman xx halaman
ISBN Dalam proses
Berat 200g
Harga Rp. 105.000 Rp. 90.000 -9%

Keunggulan Buku

Integrasi Ilmu & Iman

Menggabungkan konsep literasi sains dengan nilai-nilai Aqidah Akhlak secara harmonis

Fokus MI

Dirancang khusus untuk kebutuhan pembelajaran di jenjang Madrasah Ibtidaiyah

Pembentukan Karakter

Menanamkan karakter mulia melalui pemahaman sains yang berkaitan dengan kebesaran Allah

Panduan Praktis

Menjadi referensi aplikatif bagi guru dan mahasiswa PGMI dalam proses pembelajaran

Testimoni

“Buku ini sangat relevan dengan kebutuhan kurikulum madrasah saat ini. Pendekatan yang digunakan mampu menunjukkan kepada siswa bahwa sains dan agama tidak berdiri secara terpisah, melainkan saling melengkapi dalam memahami kehidupan.”

– Nuralim, S.Pd.I, Kepala MI Matholi’ul Huda

Dapatkan Buku Ini

Miliki sekarang juga dengan harga spesial Rp. 50.000 untuk memperkaya referensi pembelajaran integratif di madrasah Anda

Pesan Buku

Bagikan info ini:

IPRIJA Dorong Akses Pendidikan Berkualitas Berkarakter Islami melalui Sosialisasi PMB SMAS Nurul Hikmah

Jakarta — Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) melalui Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di SMAS Nurul Hikmah Jonggol Kabupaten Bogor Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperluas akses informasi pendidikan tinggi kepada peserta didik tingkat menengah atas. Kegiatan ini menjadi langkah strategis IPRIJA dalam memperkenalkan dunia perguruan tinggi sekaligus membangun motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias dan penuh interaksi. Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Program Studi PGMI IPRIJA, M. Zainul Umam, M.Pd.I, yang memaparkan secara komprehensif profil IPRIJA, visi keilmuan, serta peluang akademik dan nonakademik yang dapat diakses oleh calon mahasiswa. Kegiatan ini dipandu oleh Umi Sulistyani, M.Pd, dosen PGMI IPRIJA, yang bertindak sebagai moderator dan mengarahkan jalannya acara secara komunikatif dan inspiratif.

Dalam sambutannya, M. Zainul Umam, M.Pd.I menyampaikan bahwa sosialisasi PMB merupakan bagian dari komitmen IPRIJA untuk hadir lebih dekat dengan sekolah-sekolah menengah atas, khususnya dalam memberikan pemahaman yang utuh mengenai pentingnya pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, tantangan pendidikan di era modern menuntut perguruan tinggi untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa IPRIJA Institute hadir sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan ilmu pendidikan, sains, dan teknologi dengan nilai-nilai rohani Islam. Hal ini tercermin dalam kurikulum yang dirancang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, lulusan IPRIJA diharapkan memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta integritas moral yang kuat.

Pada sesi pemaparan materi, peserta sosialisasi diperkenalkan dengan berbagai program studi yang tersedia di IPRIJA, khususnya Program Studi PGMI yang berfokus pada pencetakan pendidik profesional di jenjang madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar. Disampaikan pula prospek lulusan PGMI yang tidak hanya terbatas pada profesi guru, tetapi juga terbuka peluang sebagai peneliti pendidikan, pengembang media pembelajaran, praktisi pendidikan Islam, serta wirausaha di bidang pendidikan.

Moderator, Umi Sulistyani, M.Pd, dalam pengantarnya menekankan pentingnya peran guru masa depan yang adaptif, kreatif, dan memiliki kepekaan sosial. Ia mengajak para siswa SMAS Nurul Hikmah untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik secara akademik maupun mental, dalam menentukan pilihan studi lanjut. Menurutnya, memilih perguruan tinggi bukan sekadar memilih tempat belajar, tetapi juga memilih lingkungan yang akan membentuk karakter dan arah masa depan.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pemaparan terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa pendaftaran PMB IPRIJA telah dimulai sejak 1 Februari 2024, dengan berbagai jalur seleksi yang dapat diikuti oleh calon mahasiswa. Jalur tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan yang adil dan luas bagi lulusan SMA/MA/SMK dari berbagai latar belakang.

Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai fasilitas pendukung pembelajaran di IPRIJA, seperti ruang kelas representatif, dosen yang kompeten dan berpengalaman, serta kegiatan kemahasiswaan yang mendukung pengembangan soft skills. IPRIJA juga memberikan perhatian khusus pada pembinaan spiritual mahasiswa melalui berbagai program keagamaan yang terintegrasi dalam kehidupan kampus.

Antusiasme peserta terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa SMAS Nurul Hikmah tampak aktif menggali informasi seputar sistem perkuliahan, peluang beasiswa, hingga prospek kerja setelah lulus. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara lugas dan informatif oleh narasumber, sehingga memberikan gambaran yang jelas dan realistis mengenai dunia perkuliahan di IPRIJA.

Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang promosi institusi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan motivasi bagi siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa memiliki wawasan yang lebih luas tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sebagai bekal menghadapi tantangan global di masa depan.

Pihak SMAS Nurul Hikmah menyambut baik pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dan mengapresiasi kehadiran tim dari IPRIJA. Kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dinilai sangat penting dalam membangun kesinambungan pendidikan serta mempersiapkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Sebagai penutup, M. Zainul Umam, M.Pd.I mengajak seluruh peserta untuk tidak ragu melanjutkan studi dan terus mengembangkan potensi diri. Ia menegaskan bahwa IPRIJA terbuka bagi generasi muda yang ingin tumbuh menjadi pendidik dan insan intelektual yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Melalui sosialisasi PMB ini, IPRIJA berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan akademik para siswa SMAS Nurul Hikmah menuju masa depan yang lebih cerah.

Dengan terselenggaranya kegiatan Sosialisasi PMB di SMAS Nurul Hikmah, IPRIJA kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif, responsif, dan berkomitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang bermutu dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Reportase: Miss Umi, Zainul

PGMI IPRIJA Dorong Literasi Akademik Lewat Seminar Nasional Penulisan Karya Ilmiah di Era AI

Jakarta — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) menyelenggarakan Seminar Nasional Webinar Series PGMI bertema “Menulis Skripsi/Tesis, Jurnal, dan Buku di Era Artificial Intelligence” pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui PGMI IPRIJA TV, serta diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Seminar nasional ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta yang hadir berasal dari kalangan mahasiswa, dosen pemula, praktisi pendidikan, hingga masyarakat umum yang memiliki minat dalam pengembangan keterampilan menulis akademik. Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kebutuhan akademik saat ini, seiring pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang turut memengaruhi dunia pendidikan dan penelitian.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan dipandu oleh Miss Ratih Yuni Widyaningsih, mahasiswa PGMI semester 2, yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Dengan gaya komunikatif dan tertata, MC mengarahkan jalannya acara sejak pembukaan hingga penutupan, sekaligus memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan kondusif.

Dorongan Penguatan Budaya Menulis Akademik

Seminar ini menghadirkan Keynote Speaker Dr. Muhamad, M.A, selaku Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IPRIJA. Dalam sambutannya, Dr. Muhamad menekankan pentingnya penguatan budaya menulis di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, kemampuan menulis karya ilmiah bukan hanya menjadi tuntutan akademik, tetapi juga sarana strategis untuk menyebarluaskan gagasan, hasil penelitian, dan kontribusi keilmuan kepada masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa kehadiran teknologi Artificial Intelligence harus disikapi secara bijak.

“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan peran akademisi, tetapi sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas karya ilmiah, selama digunakan secara etis dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Moderator Tekankan Etika dan Literasi Digital

Sesi inti seminar dipandu oleh M. Zainul Umam, M.Pd.I, selaku Ketua Program Studi PGMI IPRIJA, yang bertindak sebagai moderator. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa tantangan utama penulisan karya ilmiah di era digital bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada etika akademik dan literasi digital.

Ia menekankan bahwa mahasiswa PGMI sebagai calon pendidik perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, integritas akademik, serta pemahaman yang baik tentang pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, dalam proses penulisan ilmiah.

“Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menulis, tetapi juga harus memahami batasan etis dalam menggunakan teknologi, agar karya yang dihasilkan tetap orisinal dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” ungkapnya.

Strategi Menulis Karya Ilmiah di Era AI

Narasumber pertama, M. Ghifari, SHd, M.Ag, Kepala LP2M IDAQU, memaparkan materi mengenai strategi menulis skripsi, tesis, dan artikel jurnal di era Artificial Intelligence. Ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan pada tahap awal penulisan, seperti pencarian referensi, pengelompokan ide, serta penyuntingan bahasa.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penguasaan metodologi penelitian tetap menjadi fondasi utama dalam penulisan karya ilmiah. Tanpa pemahaman metodologi yang kuat, pemanfaatan AI justru berpotensi menurunkan kualitas dan kredibilitas karya akademik.

“AI hanyalah alat bantu. Substansi, analisis, dan kedalaman pemikiran tetap harus berasal dari penulis itu sendiri,” tegasnya.

Peluang Publikasi Jurnal dan Penulisan Buku

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. M. Ridwan, M.A, dosen IPRIJA, membahas peluang dan tantangan menulis jurnal serta buku akademik di era digital. Ia memaparkan tahapan praktis penulisan artikel jurnal, mulai dari pemilihan topik yang relevan, penyusunan kerangka artikel, hingga proses submit ke jurnal nasional dan internasional.

Selain jurnal, Dr. M. Ridwan, MA juga mendorong mahasiswa dan dosen pemula untuk mulai menulis buku, baik buku ajar, buku referensi, maupun book chapter. Menurutnya, menulis buku merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan keilmuan dan peningkatan reputasi institusi.

“Jangan menunggu sempurna untuk mulai menulis. Konsistensi dan keberanian memulai adalah kunci utama produktivitas akademik,” ujarnya.

Diskusi Interaktif dan Antusiasme Peserta

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang disampaikan melalui kolom chat Zoom. Pertanyaan yang diajukan mencakup topik etika penggunaan AI, strategi menghindari plagiarisme, pemanfaatan AI secara aman dalam penulisan skripsi, hingga tips membagi waktu antara menulis dan aktivitas akademik lainnya.

Moderator menyaring dan merangkum pertanyaan peserta, sementara para narasumber memberikan jawaban yang aplikatif dan mudah dipahami. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab serta respon positif terhadap materi yang disampaikan.

Komitmen PGMI IPRIJA Hadapi Tantangan Zaman

Seminar nasional ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi PGMI Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) dalam membekali mahasiswa dan sivitas akademika dengan keterampilan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan Webinar Series PGMI, IPRIJA terus berupaya menciptakan ruang diskusi ilmiah yang adaptif, inovatif, dan kontekstual, sekaligus mendorong lahirnya generasi akademisi dan pendidik yang produktif, berintegritas, serta mampu memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence secara bijak.

Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber, moderator, panitia, serta peserta. Peserta seminar juga memperoleh fasilitas berupa e-sertifikat, modul materi, serta kesempatan membangun jejaring akademik lintas institusi.

Reportase: Miss Ratih, Miss Umi, Zain

Musyawarah Besar DEMA IPRIJA Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

Bogor — Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (DEMA IPRIJA) sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Villa Puri Amira 2, Kecamatan Cisarua, Puncak, Bogor, dengan suasana yang sejuk dan kondusif untuk bermusyawarah.
Musyawarah Besar dibuka dengan sambutan Presiden Mahasiswa DEMA IPRIJA periode 2025/2026, Prastian Muhammad Alim. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya Mubes sebagai forum tertinggi mahasiswa untuk melakukan evaluasi, pembaruan regulasi, serta regenerasi kepemimpinan demi keberlangsungan organisasi yang lebih baik dan progresif.
Agenda Musyawarah Besar kemudian dilanjutkan dengan serangkaian pleno yang berlangsung secara tertib dan demokratis. Pleno I membahas dan menetapkan tata tertib persidangan sebagai pedoman jalannya Mubes. Selanjutnya, Pleno II diisi dengan pemaparan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari masing-masing departemen DEMA IPRIJA sebagai bentuk transparansi dan evaluasi kinerja selama satu periode kepengurusan.
Pada Pleno III, peserta Mubes membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi guna menyesuaikan kebutuhan dan tantangan organisasi ke depan. Pleno IV menjadi momen penting dengan dilaksanakannya pemilihan ketua DEMA IPRIJA secara musyawarah mufakat. Sementara itu, Pleno V ditutup dengan agenda pendemisioneran mahasiswa semester 7 sebagai simbol estafet kepemimpinan dan regenerasi kader organisasi.
Setelah rangkaian pleno selesai, acara dilanjutkan dengan pemutaran video kenang-kenangan yang menampilkan perjalanan, dinamika, serta kebersamaan pengurus selama satu periode kepengurusan. Suasana haru dan kebanggaan pun terasa di antara seluruh peserta. Kegiatan kemudian diteruskan dengan musyawarah struktural untuk menyusun dan menguatkan arah kepengurusan ke depan.
Pada malam harinya, suasana Musyawarah Besar semakin hangat dengan kegiatan kebersamaan seperti bakar-bakaran dan aktivitas santai lainnya. Momen ini menjadi ajang mempererat solidaritas, kekeluargaan, dan kebersamaan antaranggota DEMA IPRIJA.
Secara keseluruhan, Musyawarah Besar DEMA IPRIJA tahun 2026 berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen mahasiswa Institut Pembina Rohani Islam Jakarta dalam menjaga nilai-nilai musyawarah, demokrasi, dan kekeluargaan demi kemajuan organisasi dan kampus tercinta.