Penyerahan Donasi dari IPRIJA ke Baznas Bazis DKI Jakarta untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Jakarta, 22 Desember 2025 – Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) berkolaborasi dengan DEMA dan MCI El-Mahabbah secara resmi menyerahkan donasi sebesar Rp15.000.000 kepada Baznas Bazis DKI Jakarta untuk membantu korban bencana musibah banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Acara penyerahan berlangsung pada hari ini, pukul 12.00 siang, di kantor Baznas Bazis DKI Jakarta.

Turut hadir dalam acara penyerahan donasi ini beberapa pimpinan kampus IPRIJA yaitu Wakil Rektor 1 sekaligus Direktur MCI El-Mahabbah Dr. Hj. Husnul Khotimah M.Pd., Wakil Rektor 3 Dr. H. AH Bahruddin, MA., Kabiro ITE Wahyudi S.Kom. M.Pd., dan perwakilan dari mahasiswa Prastian Muhammad Alim selaku Presiden Mahasiswa DEMA IPRIJA dan Siti Hapsoh selaku Sekretaris Umum DEMA IPRIJA.

Acara dimulai dengan sambutan dari Wakil Rektor 3 IPRIJA, Dr. H. AH Bahruddin, MA., yang menekankan pentingnya gotong royong dalam menghadapi musibah seperti ini. “Bencana ini mengingatkan kita akan kerapuhan kehidupan manusia. Melalui donasi ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak,” ujarnya.

Selanjutnya, Wakil Rektor 1 IPRIJA sekaligus Direktur MCI El-Mahabbah, Dr. Hj. Husnul Khotimah M.Pd, memimpin delegasi dan menyampaikan bahwa donasi ini merupakan bentuk kepedulian institut terhadap korban bencana alam yang sedang menderita. “Kami di IPRIJA merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Semoga donasi ini dapat meringankan beban mereka dan mempercepat proses pemulihan,” ungkap Dr. Hj. Husnul Khotimah.

Donasi tersebut diterima langsung oleh Kepala UPZ Baznas Bazis DKI Jakarta, Bapak Ahmad Aminuddin M. Ag. Dalam sambutannya, Bapak Ahmad Aminuddin M.Ag., menyampaikan terima kasih atas kontribusi IPRIJA. “Donasi ini akan kami salurkan secara tepat sasaran melalui program-program Baznas Bazis DKI Jakarta untuk membantu korban di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Kami mengapresiasi inisiatif IPRIJA yang telah menunjukkan empati dan solidaritas tinggi,” ungkapnya.

Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di ketiga wilayah tersebut telah menyebabkan kerugian besar, termasuk hilangnya nyawa, kerusakan infrastruktur, dan kesulitan akses bagi masyarakat setempat. Baznas Bazis DKI Jakarta berkomitmen untuk mendistribusikan bantuan ini dalam bentuk logistik, bantuan medis, dan dukungan rehabilitasi.

Acara penyerahan donasi ini diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam upaya kemanusiaan. IPRIJA sendiri dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam, dan langkah ini semakin memperkuat citra institut sebagai lembaga yang peduli terhadap masyarakat luas.

Menutup Tahun dengan Refleksi: PGMI IPRIJA Siap Ungkap Arah Pendidikan Indonesia Lewat Podcast Spesial Akhir Tahun

Jakarta – 17 Desember 2025, menjelang akhir tahun 2025, dunia pendidikan kembali dihadapkan pada kebutuhan untuk berhenti sejenak, merenung, dan mengevaluasi arah perjalanan yang telah ditempuh. Menyikapi hal tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) akan menyelenggarakan diskusi reflektif melalui PGMI IPRIJA TV Podcast, yang mengangkat tema “Refleksi Pendidikan Akhir Tahun: Evaluasi, Inovasi, dan Arah Kebijakan Pendidikan Indonesia”.

Podcast ini akan disiarkan secara live pada Rabu, 31 Desember 2025, dan dirancang sebagai ruang dialog akademik sekaligus penutup rangkaian kegiatan PGMI IPRIJA di penghujung tahun. Melalui media digital, kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih luas kalangan akademisi, mahasiswa, praktisi pendidikan, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan dan kebijakan pendidikan nasional.

PGMI IPRIJA TV Podcast kali ini akan menghadirkan M. Zainul Umam, M.Pd.I, Ketua Program Studi PGMI IPRIJA, sebagai narasumber utama. Diskusi akan dipandu oleh Umi Sulistyani, M.Pd, dosen PGMI IPRIJA, yang akan berperan sebagai moderator. Perpaduan narasumber dan moderator ini diharapkan mampu menghadirkan diskusi yang tajam, reflektif, sekaligus kontekstual dengan realitas pendidikan di Indonesia.

Dalam podcast yang akan datang ini, M. Zainul Umam dijadwalkan membahas pentingnya refleksi akhir tahun sebagai momentum strategis bagi insan pendidikan. Refleksi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan evaluasi formal, tetapi sebagai proses kritis untuk membaca ulang kebijakan, praktik pembelajaran, serta kesiapan sumber daya manusia pendidikan dalam menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, pendidikan harus terus dimaknai sebagai proses pembentukan karakter, nalar kritis, dan tanggung jawab sosial peserta didik.

Podcast ini juga akan menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pendidikan Indonesia sepanjang tahun 2025. Mulai dari percepatan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah, hingga tuntutan profesionalisme guru yang semakin kompleks. Topik-topik tersebut akan dibahas sebagai bahan evaluasi bersama, sekaligus pintu masuk untuk merumuskan inovasi pendidikan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Khusus dalam konteks pendidikan dasar dan madrasah ibtidaiyah, diskusi direncanakan akan menekankan peran strategis guru sebagai agen perubahan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, kemampuan pedagogik yang adaptif, serta keteladanan akhlak. Melalui podcast ini, PGMI IPRIJA ingin menegaskan komitmennya dalam menyiapkan calon guru madrasah ibtidaiyah yang unggul secara akademik dan kuat dalam nilai-nilai keislaman.

Sebagai moderator, Umi Sulistyani, M.Pd akan mengarahkan diskusi agar tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi juga menyentuh realitas implementasi kebijakan pendidikan di lapangan. Isu kesenjangan antara kebijakan pusat dan kebutuhan nyata satuan pendidikan diproyeksikan menjadi salah satu fokus diskusi. Dengan pendekatan dialogis, podcast ini diharapkan mampu menghadirkan sudut pandang yang relevan dengan pengalaman guru dan lembaga pendidikan.

Selain itu, podcast ini juga akan mengangkat pentingnya menjadikan refleksi sebagai budaya akademik yang berkelanjutan. Refleksi akhir tahun diharapkan tidak berhenti pada wacana, tetapi melahirkan rekomendasi dan langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan oleh institusi pendidikan tinggi, dosen, maupun mahasiswa sebagai calon pendidik.

Melalui PGMI IPRIJA TV, program studi PGMI terus berupaya memanfaatkan media digital sebagai ruang intelektual yang produktif. Podcast ini bukan hanya menjadi sarana berbagi informasi, tetapi juga media untuk membangun tradisi berpikir kritis, dialog ilmiah, dan kesadaran kolektif tentang masa depan pendidikan Indonesia.

Dengan terselenggaranya PGMI IPRIJA TV Podcast ini, PGMI IPRIJA mengajak seluruh insan pendidikan untuk bersama-sama menutup tahun dengan refleksi yang jujur dan membuka tahun baru dengan semangat perbaikan. Pendidikan adalah proses panjang yang membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan inovasi berkelanjutan. Melalui diskusi ini, diharapkan lahir gagasan dan semangat baru untuk membangun pendidikan Indonesia yang lebih bermutu dan berkarakter.

Mahasiswa IPRIJA Berperan Aktif dalam Pelayanan Umat di KUA Tapos

DEPOK – Program Praktikum Profesi Lapangan (PPL) kembali menjadi ajang implementasi kompetensi mahasiswa Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA). Kali ini, Aufa Zaki (NIM S.323246), mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, sukses merampungkan kegiatan magang di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tapos, Kota Depok, dengan capaian yang impresif.

Kegiatan yang berlangsung sejak pertengahan September hingga awal November 2025 di kantor yang berlokasi di Jl. Rawa Kebo, Cimpaeun ini, bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik. Zaki terlibat aktif dalam hampir seluruh lini pelayanan KUA, mulai dari administrasi digital hingga pelayanan bimbingan masyarakat yang krusial.

Dari Digitalisasi hingga Konseling Keluarga

Pada minggu-minggu awal magang, kegiatan difokuskan pada adaptasi lingkungan kerja dan penguatan administrasi. Salah satu kontribusi nyata Zaki adalah membantu proses digitalisasi data Akta Nikah tahun 2015 yang menjadi sejarah awal KUA Tapos karena sebelum tahun 2015 administratif pencatatan nikah pada wilayah Tapos menginduk kepada KUA Cimanggis kemudian pada tahun 2015 KUA Tapos hadir untuk wilayah kecamatan Tapos, maka proses digitalisasi dari tahun 2015 ini merupakan sebuah langkah vital dalam mengamankan arsip negara.

Namun, kompetensi mahasiswa IPRIJA ini benar-benar diuji ketika dihadapkan pada kasus-kasus riil di lapangan. Dalam kegiatannya, Zaki tercatat tidak hanya menjadi penonton, melainkan dipercaya menjadi konselor. Pada akhir Oktober, ia menangani sesi konsultasi bagi seorang istri yang mengadukan problematika rumah tangga, serta mempelajari penanganan kasus sensitif seperti KDRT.

“Pengalaman menghadapi problematika riil dalam menangani permasalahan rumah tangga, menjadi pembicara pada bimbingan remaja usia sekolah, moderator pada kegiatan bimbingan perkawinan serta terjun langsung mengikuti rangkaian pernikahan, membaca khutbah nikah, penyuluhan kajian keagamaan di Masjid hingga menangani kasus kendala pernikahan WNA asal Pakistan, hal ini semuanya menjadikan dan memperkaya wawasan hukum syariah serta experience yang menyempurnakan landasan teori keilmuan yang telah saya pelajari di bangku perkuliahan.” ujar Zaki.

Dedikasi dalam Dakwah dan Literasi Digital

Selain aspek hukum syariah, kemampuan public speaking dan dakwah mahasiswa IPRIJA juga mendapat panggung. Zaki dipercaya menjadi moderator dalam berbagai sesi Bimbingan Perkawinan (Binwin), baik tatap muka maupun virtual. Kreativitasnya pun tersalurkan melalui pembuatan konten edukasi digital, seperti reels “Tepuk Sakinah” dan konten peringatan Kesaktian Pancasila.

Puncak dari kegiatan praktikum ini terlihat di minggu-minggu terakhir bulan Oktober. Zaki menunjukkan kapasitasnya sebagai calon tokoh agama dengan menjadi pemateri program BRUSS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) di SMP Tritura, sekaligus menjadi Khotib Jumat di masjid setempat.

Tak berhenti di situ, kepercayaan Kepala KUA Tapos kepada Zaki dibuktikan dengan pelibatan dirinya dalam tugas kepenghuluan. Tercatat pada 25 dan 26 Oktober, Zaki mendampingi Bapak Penghulu dan berkesempatan menyampaikan Khutbah Nikah di empat lokasi akad yang berbeda, serta mengisi kajian subuh membahas kitab Mukhtarul Ahadits di Masjid At-Thohir.

Penutupan yang Berkesan

Rangkaian kegiatan praktikum ini ditutup secara resmi pada Senin, 3 November 2025. Dalam acara perpisahan yang hangat, Zaki menyerahkan plakat akrilik dan gelas mug sebagai tanda terima kasih kepada keluarga besar KUA Tapos.

Kegiatan praktikum ini membuktikan bahwa mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam IPRIJA siap terjun ke masyarakat, tidak hanya dengan bekal teori hukum, tetapi juga dengan kecakapan sosial, kemampuan konseling, dan kompetensi dakwah yang mumpuni.

Tags:

#IPRIJA #HukumKeluargaIslam #KUATapos #MahasiswaBerprestasi #PPL2025 #FakultasSyariah

PGMI IPRIJA Akan Gelar Seminar Nasional “Rahasia Percepatan Karir Dosen & Misi Kemanusiaan untuk Sumatra”

Jakarta, 10 Desember 2025 – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) kembali akan menyelenggarakan kegiatan akademik berskala nasional berupa Seminar Nasional bertajuk “Rahasia Percepatan Karir Dosen & Misi Kemanusiaan untuk Sumatra.” Kegiatan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Kamis, 25 Desember 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui PGMI IPRIJA TV.

Seminar nasional ini terbuka untuk umum dan gratis, sehingga dapat diikuti oleh dosen, mahasiswa, praktisi pendidikan, serta masyarakat luas yang memiliki perhatian terhadap pengembangan karir dosen dan isu-isu kemanusiaan, khususnya di wilayah Sumatra. Melalui kegiatan ini, PGMI IPRIJA berupaya menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang tidak hanya berorientasi pada penguatan karir akademik, tetapi juga pada kepedulian sosial dan kemanusiaan sebagai wujud implementasi tridharma perguruan tinggi.

Kegiatan ini akan menghadirkan sejumlah pimpinan dan narasumber dari lingkungan IPRIJA yang memiliki kompetensi di bidangnya. Di antaranya Drs. Mujiono, MA selaku Rektor IPRIJA, Assoc. Prof. Dr. Hj. Husnul Khotimah, M.Pd selaku Wakil Rektor I IPRIJA, serta Assoc. Prof. Dr. Sadari, S.H.I., M.S.I selaku Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Selain itu, turut menjadi pemateri Wahyudi, S.Kom., M.Pd selaku Kepala Biro ITE dan Dr. Muhamad, MA selaku Kepala LP2M. Sementara itu, Umi Sulistyani, M.Pd (Dosen PGMI) dan M. Zainul Umam, M.Pd.I (Ketua Prodi PGMI) akan bertugas sebagai MC dan moderator yang mengomandoi jalannya seminar.

Ketua Prodi PGMI IPRIJA, M. Zainul Umam, M.Pd.I, menyampaikan bahwa seminar ini dirancang sebagai wadah berbagi pengalaman, strategi, dan informasi penting terkait percepatan karir dosen, khususnya dalam hal pengusulan jabatan fungsional. Menurutnya, masih banyak dosen yang mengalami kendala dalam pengurusan jabatan akademik karena kurangnya informasi teknis, pemahaman regulasi, serta pendampingan yang berkelanjutan.
“Melalui seminar ini, kami ingin membantu para dosen agar lebih siap baik secara administrasi, akademik, maupun mental dalam menapaki jenjang karirnya. Harapannya, semakin banyak dosen yang termotivasi untuk mengurus dan mempercepat jabatan fungsionalnya,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi kebijakan institusi, Rektor IPRIJA Drs. Mujiono, MA menegaskan bahwa peningkatan karir dosen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan mutu perguruan tinggi. Ia menilai bahwa dosen yang berkembang secara akademik akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, pihak rektorat mendukung penuh pelaksanaan seminar nasional ini sebagai bagian dari agenda strategis penguatan sumber daya manusia di lingkungan IPRIJA.
“Seminar ini menjadi langkah konkret dalam membangun dosen yang profesional, kompeten, dan berdaya saing,” tegasnya.

Selain fokus pada percepatan karir dosen, seminar ini juga mengangkat tema besar “Misi Kemanusiaan untuk Sumatra.” Tema ini dipilih sebagai bentuk kepedulian sosial sivitas akademika IPRIJA terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang masih terjadi di wilayah Sumatra, baik akibat bencana alam, persoalan pendidikan, maupun masalah sosial lainnya.
Dr. Muhamad, MA selaku Kepala LP2M menjelaskan bahwa kegiatan akademik idealnya selalu terhubung dengan realitas sosial masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi harus hadir tidak hanya dalam ruang kelas dan jurnal ilmiah, tetapi juga di tengah-tengah persoalan umat. Ia berharap seminar ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif dosen dan mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Dari aspek mutu dan sistem akademik, Assoc. Prof. Dr. Sadari, S.H.I., M.S.I selaku Kepala LPM akan memaparkan strategi sistematis percepatan jabatan fungsional dosen sesuai dengan regulasi yang berlaku. Materi yang akan disampaikan mencakup pemetaan angka kredit, publikasi ilmiah pada jurnal terindeks, pengelolaan Beban Kerja Dosen (BKD), serta optimalisasi kinerja tridharma perguruan tinggi. Pemateri juga akan mengulas berbagai kendala yang sering dihadapi dosen dalam pengusulan jabatan fungsional beserta solusi praktisnya.

Sementara itu, Wahyudi, S.Kom., M.Pd selaku Kepala Biro ITE akan menyoroti pentingnya digitalisasi dalam menunjang karir dosen. Ia akan membahas pemanfaatan teknologi informasi mulai dari pengelolaan data kepegawaian, sistem informasi akademik, publikasi daring, hingga pemanfaatan platform digital untuk mendukung produktivitas dosen di bidang penelitian dan pengabdian. Sedangkan Umi Sulistyani, M.Pd akan memoderatori jalannya diskusi antara pemateri dan peserta agar berlangsung interaktif dan dinamis.

Panitia seminar juga menyiapkan berbagai fasilitas bagi peserta, antara lain e-sertifikat, modul materi, perluasan relasi akademik, serta tambahan wawasan dan pengetahuan baru. Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui tautan yang telah disediakan oleh panitia dan dapat diakses oleh seluruh calon peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui pelaksanaan seminar nasional ini, PGMI IPRIJA berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan karir dosen di Indonesia sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya misi kemanusiaan sebagai bagian dari tanggung jawab akademisi. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen IPRIJA dalam menghadirkan program-program akademik yang relevan, bermutu, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Reportase: M. Zainul Umam

🛑 PRAY FOR SUMATRA 🛑

Segenap Civitas Akademik Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) menyampaikan dukacita yang mendalam atas musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara .

Mari ringankan beban mereka dengan infak terbaik melalui:


BANK BRI
7197-01-002205-53-1

a.n Institut Pembina Rohani Islam Jakarta

📌 Tambahkan kode 002 pada akhir nominal (contoh: Rp 100.002)

INFORMASI & KONFIRMASI:
0882-9404-1119

#iprija_peduli
#kampusiprija #donasi
#PrayForSumatra #SolidaritasUntukSumatra

IPRIJA membuka wawasan, membina rohani, membangun negeri.

Refleksi Hari Guru: Peran Dosen sebagai Penerang Peradaban. 🌿✨

Oleh: Umi Sulistyani, M.Pd*

Setiap tanggal 25 November, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh pendidik yang telah mengabdikan diri dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak hanya guru di sekolah, tetapi juga para dosen yang menjadi penggerak pengetahuan Read More Refleksi Hari Guru: Peran Dosen sebagai Penerang Peradaban. 🌿✨

Tips Mengubah Skripsi, Tesis, atau Disertasi Menjadi Buku

Menerbitkan buku adalah salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan reputasi akademik dan karir Anda. Bagi banyak dosen atau mahasiswa yang telah menyelesaikan skripsi, tesis, atau disertasi, mengubah karya ilmiah tersebut menjadi buku adalah pilihan yang tepat. Buku yang diterbitkan tidak hanya dapat menambah pengetahuan pembaca, tetapi juga memberikan Anda kesempatan untuk mendapatkan poin KUM (Kredit Utama Mengajar) dan memperluas pengaruh ilmiah Anda. Namun, proses mengubah skripsi, tesis, atau disertasi menjadi buku bukanlah hal yang mudah. Read More Tips Mengubah Skripsi, Tesis, atau Disertasi Menjadi Buku