PGMI IPRIJA Dorong Literasi Akademik Lewat Seminar Nasional Penulisan Karya Ilmiah di Era AI

Jakarta — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) menyelenggarakan Seminar Nasional Webinar Series PGMI bertema “Menulis Skripsi/Tesis, Jurnal, dan Buku di Era Artificial Intelligence” pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui PGMI IPRIJA TV, serta diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Seminar nasional ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta yang hadir berasal dari kalangan mahasiswa, dosen pemula, praktisi pendidikan, hingga masyarakat umum yang memiliki minat dalam pengembangan keterampilan menulis akademik. Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kebutuhan akademik saat ini, seiring pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang turut memengaruhi dunia pendidikan dan penelitian.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan dipandu oleh Miss Ratih Yuni Widyaningsih, mahasiswa PGMI semester 2, yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Dengan gaya komunikatif dan tertata, MC mengarahkan jalannya acara sejak pembukaan hingga penutupan, sekaligus memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan kondusif.

Dorongan Penguatan Budaya Menulis Akademik

Seminar ini menghadirkan Keynote Speaker Dr. Muhamad, M.A, selaku Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IPRIJA. Dalam sambutannya, Dr. Muhamad menekankan pentingnya penguatan budaya menulis di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, kemampuan menulis karya ilmiah bukan hanya menjadi tuntutan akademik, tetapi juga sarana strategis untuk menyebarluaskan gagasan, hasil penelitian, dan kontribusi keilmuan kepada masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa kehadiran teknologi Artificial Intelligence harus disikapi secara bijak.

“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan peran akademisi, tetapi sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas karya ilmiah, selama digunakan secara etis dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Moderator Tekankan Etika dan Literasi Digital

Sesi inti seminar dipandu oleh M. Zainul Umam, M.Pd.I, selaku Ketua Program Studi PGMI IPRIJA, yang bertindak sebagai moderator. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa tantangan utama penulisan karya ilmiah di era digital bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada etika akademik dan literasi digital.

Ia menekankan bahwa mahasiswa PGMI sebagai calon pendidik perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, integritas akademik, serta pemahaman yang baik tentang pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, dalam proses penulisan ilmiah.

“Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menulis, tetapi juga harus memahami batasan etis dalam menggunakan teknologi, agar karya yang dihasilkan tetap orisinal dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” ungkapnya.

Strategi Menulis Karya Ilmiah di Era AI

Narasumber pertama, M. Ghifari, SHd, M.Ag, Kepala LP2M IDAQU, memaparkan materi mengenai strategi menulis skripsi, tesis, dan artikel jurnal di era Artificial Intelligence. Ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan pada tahap awal penulisan, seperti pencarian referensi, pengelompokan ide, serta penyuntingan bahasa.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penguasaan metodologi penelitian tetap menjadi fondasi utama dalam penulisan karya ilmiah. Tanpa pemahaman metodologi yang kuat, pemanfaatan AI justru berpotensi menurunkan kualitas dan kredibilitas karya akademik.

“AI hanyalah alat bantu. Substansi, analisis, dan kedalaman pemikiran tetap harus berasal dari penulis itu sendiri,” tegasnya.

Peluang Publikasi Jurnal dan Penulisan Buku

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. M. Ridwan, M.A, dosen IPRIJA, membahas peluang dan tantangan menulis jurnal serta buku akademik di era digital. Ia memaparkan tahapan praktis penulisan artikel jurnal, mulai dari pemilihan topik yang relevan, penyusunan kerangka artikel, hingga proses submit ke jurnal nasional dan internasional.

Selain jurnal, Dr. M. Ridwan, MA juga mendorong mahasiswa dan dosen pemula untuk mulai menulis buku, baik buku ajar, buku referensi, maupun book chapter. Menurutnya, menulis buku merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan keilmuan dan peningkatan reputasi institusi.

“Jangan menunggu sempurna untuk mulai menulis. Konsistensi dan keberanian memulai adalah kunci utama produktivitas akademik,” ujarnya.

Diskusi Interaktif dan Antusiasme Peserta

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang disampaikan melalui kolom chat Zoom. Pertanyaan yang diajukan mencakup topik etika penggunaan AI, strategi menghindari plagiarisme, pemanfaatan AI secara aman dalam penulisan skripsi, hingga tips membagi waktu antara menulis dan aktivitas akademik lainnya.

Moderator menyaring dan merangkum pertanyaan peserta, sementara para narasumber memberikan jawaban yang aplikatif dan mudah dipahami. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab serta respon positif terhadap materi yang disampaikan.

Komitmen PGMI IPRIJA Hadapi Tantangan Zaman

Seminar nasional ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi PGMI Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) dalam membekali mahasiswa dan sivitas akademika dengan keterampilan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan Webinar Series PGMI, IPRIJA terus berupaya menciptakan ruang diskusi ilmiah yang adaptif, inovatif, dan kontekstual, sekaligus mendorong lahirnya generasi akademisi dan pendidik yang produktif, berintegritas, serta mampu memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence secara bijak.

Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber, moderator, panitia, serta peserta. Peserta seminar juga memperoleh fasilitas berupa e-sertifikat, modul materi, serta kesempatan membangun jejaring akademik lintas institusi.

Reportase: Miss Ratih, Miss Umi, Zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *