Mahasiswi Hafidzah asal IPRIJA menjadi Pembicara di MAS dan IBS Istiqlal
Madrasah Istiqlal Jakarta memiliki kekhasan yang unik. Madrasah ini menjadi rumah belajar bagi siswi dari berbagai lapisan, termasuk kalangan menengah atas, anak-anak artis, tokoh publik, pejabat negara, hingga keluarga internasional. Keberagaman ini, yang seharusnya menjadi kekuatan, ternyata menimbulkan tantangan: sebagian siswi memiliki pondasi akhlak dan tujuan hidup yang belum kuat, yang ditandai dengan kekhawatiran mengenai kasus lulusan yang kurang menjaga aurat setelah keluar dari madrasah.
Untuk menjawab tantangan ini, Madrasah Aliah Istiqlal (MAS Istiqlal) mengambil peran pembinaan yang krusial. Pembinaan terhadap para si
Salah satu dari mahasiswi Institut Pembina Rohani Islam Jakarta, Rachmawati, C.SQ, C.LTQ, C.AM, Al-Haafidzah, didapuk sebagai pemateri dalam kegiatan Keputrian Siswi MAS Istiqlal dan IBS.
- Tema: “Menjadi Qur’an Berjalan”.
- Waktu: Jumat, 21 November 2025.
- Tujuan: Memberikan landasan spiritual dan akhlak yang kuat, agar siswi memahami hikmah dan kebaikan menghafal Qur’an bagi diri mereka di dunia dan akhirat.
Dalam paparannya, Rachmawati, mahasiswi yang ramah ini menjelaskan tiga pilar penting menjadi al-Qur’an berjalan. Tak lupa ia pun membagikan kisah suka dan tantang menjadi seorang penghafal al-Quran.
Tiga Pilar Utama Menjadi Qur’an Berjalan
Narasumber yang juga menyabet penghargaan “Best Practice dalam kegiatan PPL 20025 ini fokus kepada pondasi akhlak seorang Ahlul Qur’an, yang menjawab mengapa para siswa dan juga umat Islam keseluruhan harus berjuang dan bagaimana seharusnya bersikap:
1. Pilar 1: Agar Allah Ridho (Jalur VVIP Access)
- Jalur VVIP: Allah memberikan Jalur VVIP untuk mendapatkan Ridho-Nya dengan memuliakan dan membahagiakan dua orang tua: Orang Tua di Rumah dan Guru di Sekolah.
- Akhlak Praktis: Akhlak lebih tinggi dari ilmu, dan orang berilmu pasti beradab.
2. Pilar 2: Keutamaan di Dunia (The Real Flexing & Kenikmatan Hakiki)
- Janji Allah: Allah akan memberi yang lebih baik dari apa yang diminta, sehingga beasiswa, Umroh/Haji gratis (paspor dari hafalan), dan kenikmatan dunia lainnya akan didapatkan sebelum sempat meminta.
- Ketenangan Hati (Inner Peace): Kenikmatan yang tidak terbeli, yaitu Ketenangan Jiwa yang stabil.
3. Pilar 3: Selamat di Akhirat
- Syafaat (Penolong): Di tengah kerasnya Padang Mahsyar (The Great Abandonment), Al-Qur’an akan maju dan memohon kepada Allah, “Ya Rabb! biarkan aku menjadi penghalang antara hamba-Mu ini dengan api-Mu!”.
- Mahkota Kehormatan: Orang tua akan disematkan Mahkota Cahaya dan jubah kehormatan, sebagai hadiah karena anak telah menjaga kehormatan Al-Qur’an di dunia.
- Jannatu Adn: Anak dan orang tua akan masuk Surga Adn (Surga Keabadian) bersama-sama dan tinggal kekal abadi.
Editor: MAA

