IPRIJA Dorong Akses Pendidikan Berkualitas Berkarakter Islami melalui Sosialisasi PMB SMAS Nurul Hikmah

Jakarta — Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) melalui Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di SMAS Nurul Hikmah Jonggol Kabupaten Bogor Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperluas akses informasi pendidikan tinggi kepada peserta didik tingkat menengah atas. Kegiatan ini menjadi langkah strategis IPRIJA dalam memperkenalkan dunia perguruan tinggi sekaligus membangun motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias dan penuh interaksi. Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Program Studi PGMI IPRIJA, M. Zainul Umam, M.Pd.I, yang memaparkan secara komprehensif profil IPRIJA, visi keilmuan, serta peluang akademik dan nonakademik yang dapat diakses oleh calon mahasiswa. Kegiatan ini dipandu oleh Umi Sulistyani, M.Pd, dosen PGMI IPRIJA, yang bertindak sebagai moderator dan mengarahkan jalannya acara secara komunikatif dan inspiratif.

Dalam sambutannya, M. Zainul Umam, M.Pd.I menyampaikan bahwa sosialisasi PMB merupakan bagian dari komitmen IPRIJA untuk hadir lebih dekat dengan sekolah-sekolah menengah atas, khususnya dalam memberikan pemahaman yang utuh mengenai pentingnya pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, tantangan pendidikan di era modern menuntut perguruan tinggi untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa IPRIJA Institute hadir sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan ilmu pendidikan, sains, dan teknologi dengan nilai-nilai rohani Islam. Hal ini tercermin dalam kurikulum yang dirancang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, lulusan IPRIJA diharapkan memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta integritas moral yang kuat.

Pada sesi pemaparan materi, peserta sosialisasi diperkenalkan dengan berbagai program studi yang tersedia di IPRIJA, khususnya Program Studi PGMI yang berfokus pada pencetakan pendidik profesional di jenjang madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar. Disampaikan pula prospek lulusan PGMI yang tidak hanya terbatas pada profesi guru, tetapi juga terbuka peluang sebagai peneliti pendidikan, pengembang media pembelajaran, praktisi pendidikan Islam, serta wirausaha di bidang pendidikan.

Moderator, Umi Sulistyani, M.Pd, dalam pengantarnya menekankan pentingnya peran guru masa depan yang adaptif, kreatif, dan memiliki kepekaan sosial. Ia mengajak para siswa SMAS Nurul Hikmah untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik secara akademik maupun mental, dalam menentukan pilihan studi lanjut. Menurutnya, memilih perguruan tinggi bukan sekadar memilih tempat belajar, tetapi juga memilih lingkungan yang akan membentuk karakter dan arah masa depan.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pemaparan terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa pendaftaran PMB IPRIJA telah dimulai sejak 1 Februari 2024, dengan berbagai jalur seleksi yang dapat diikuti oleh calon mahasiswa. Jalur tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan yang adil dan luas bagi lulusan SMA/MA/SMK dari berbagai latar belakang.

Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai fasilitas pendukung pembelajaran di IPRIJA, seperti ruang kelas representatif, dosen yang kompeten dan berpengalaman, serta kegiatan kemahasiswaan yang mendukung pengembangan soft skills. IPRIJA juga memberikan perhatian khusus pada pembinaan spiritual mahasiswa melalui berbagai program keagamaan yang terintegrasi dalam kehidupan kampus.

Antusiasme peserta terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa SMAS Nurul Hikmah tampak aktif menggali informasi seputar sistem perkuliahan, peluang beasiswa, hingga prospek kerja setelah lulus. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara lugas dan informatif oleh narasumber, sehingga memberikan gambaran yang jelas dan realistis mengenai dunia perkuliahan di IPRIJA.

Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang promosi institusi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan motivasi bagi siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa memiliki wawasan yang lebih luas tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sebagai bekal menghadapi tantangan global di masa depan.

Pihak SMAS Nurul Hikmah menyambut baik pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dan mengapresiasi kehadiran tim dari IPRIJA. Kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dinilai sangat penting dalam membangun kesinambungan pendidikan serta mempersiapkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Sebagai penutup, M. Zainul Umam, M.Pd.I mengajak seluruh peserta untuk tidak ragu melanjutkan studi dan terus mengembangkan potensi diri. Ia menegaskan bahwa IPRIJA terbuka bagi generasi muda yang ingin tumbuh menjadi pendidik dan insan intelektual yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Melalui sosialisasi PMB ini, IPRIJA berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan akademik para siswa SMAS Nurul Hikmah menuju masa depan yang lebih cerah.

Dengan terselenggaranya kegiatan Sosialisasi PMB di SMAS Nurul Hikmah, IPRIJA kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif, responsif, dan berkomitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang bermutu dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Reportase: Miss Umi, Zainul

PGMI IPRIJA Dorong Literasi Akademik Lewat Seminar Nasional Penulisan Karya Ilmiah di Era AI

Jakarta — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) menyelenggarakan Seminar Nasional Webinar Series PGMI bertema “Menulis Skripsi/Tesis, Jurnal, dan Buku di Era Artificial Intelligence” pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui PGMI IPRIJA TV, serta diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Seminar nasional ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta yang hadir berasal dari kalangan mahasiswa, dosen pemula, praktisi pendidikan, hingga masyarakat umum yang memiliki minat dalam pengembangan keterampilan menulis akademik. Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kebutuhan akademik saat ini, seiring pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang turut memengaruhi dunia pendidikan dan penelitian.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan dipandu oleh Miss Ratih Yuni Widyaningsih, mahasiswa PGMI semester 2, yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Dengan gaya komunikatif dan tertata, MC mengarahkan jalannya acara sejak pembukaan hingga penutupan, sekaligus memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan kondusif.

Dorongan Penguatan Budaya Menulis Akademik

Seminar ini menghadirkan Keynote Speaker Dr. Muhamad, M.A, selaku Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IPRIJA. Dalam sambutannya, Dr. Muhamad menekankan pentingnya penguatan budaya menulis di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, kemampuan menulis karya ilmiah bukan hanya menjadi tuntutan akademik, tetapi juga sarana strategis untuk menyebarluaskan gagasan, hasil penelitian, dan kontribusi keilmuan kepada masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa kehadiran teknologi Artificial Intelligence harus disikapi secara bijak.

“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan peran akademisi, tetapi sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas karya ilmiah, selama digunakan secara etis dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Moderator Tekankan Etika dan Literasi Digital

Sesi inti seminar dipandu oleh M. Zainul Umam, M.Pd.I, selaku Ketua Program Studi PGMI IPRIJA, yang bertindak sebagai moderator. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa tantangan utama penulisan karya ilmiah di era digital bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada etika akademik dan literasi digital.

Ia menekankan bahwa mahasiswa PGMI sebagai calon pendidik perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, integritas akademik, serta pemahaman yang baik tentang pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, dalam proses penulisan ilmiah.

“Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menulis, tetapi juga harus memahami batasan etis dalam menggunakan teknologi, agar karya yang dihasilkan tetap orisinal dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” ungkapnya.

Strategi Menulis Karya Ilmiah di Era AI

Narasumber pertama, M. Ghifari, SHd, M.Ag, Kepala LP2M IDAQU, memaparkan materi mengenai strategi menulis skripsi, tesis, dan artikel jurnal di era Artificial Intelligence. Ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan pada tahap awal penulisan, seperti pencarian referensi, pengelompokan ide, serta penyuntingan bahasa.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penguasaan metodologi penelitian tetap menjadi fondasi utama dalam penulisan karya ilmiah. Tanpa pemahaman metodologi yang kuat, pemanfaatan AI justru berpotensi menurunkan kualitas dan kredibilitas karya akademik.

“AI hanyalah alat bantu. Substansi, analisis, dan kedalaman pemikiran tetap harus berasal dari penulis itu sendiri,” tegasnya.

Peluang Publikasi Jurnal dan Penulisan Buku

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. M. Ridwan, M.A, dosen IPRIJA, membahas peluang dan tantangan menulis jurnal serta buku akademik di era digital. Ia memaparkan tahapan praktis penulisan artikel jurnal, mulai dari pemilihan topik yang relevan, penyusunan kerangka artikel, hingga proses submit ke jurnal nasional dan internasional.

Selain jurnal, Dr. M. Ridwan, MA juga mendorong mahasiswa dan dosen pemula untuk mulai menulis buku, baik buku ajar, buku referensi, maupun book chapter. Menurutnya, menulis buku merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan keilmuan dan peningkatan reputasi institusi.

“Jangan menunggu sempurna untuk mulai menulis. Konsistensi dan keberanian memulai adalah kunci utama produktivitas akademik,” ujarnya.

Diskusi Interaktif dan Antusiasme Peserta

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang disampaikan melalui kolom chat Zoom. Pertanyaan yang diajukan mencakup topik etika penggunaan AI, strategi menghindari plagiarisme, pemanfaatan AI secara aman dalam penulisan skripsi, hingga tips membagi waktu antara menulis dan aktivitas akademik lainnya.

Moderator menyaring dan merangkum pertanyaan peserta, sementara para narasumber memberikan jawaban yang aplikatif dan mudah dipahami. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab serta respon positif terhadap materi yang disampaikan.

Komitmen PGMI IPRIJA Hadapi Tantangan Zaman

Seminar nasional ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi PGMI Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) dalam membekali mahasiswa dan sivitas akademika dengan keterampilan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan Webinar Series PGMI, IPRIJA terus berupaya menciptakan ruang diskusi ilmiah yang adaptif, inovatif, dan kontekstual, sekaligus mendorong lahirnya generasi akademisi dan pendidik yang produktif, berintegritas, serta mampu memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence secara bijak.

Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber, moderator, panitia, serta peserta. Peserta seminar juga memperoleh fasilitas berupa e-sertifikat, modul materi, serta kesempatan membangun jejaring akademik lintas institusi.

Reportase: Miss Ratih, Miss Umi, Zain

Musyawarah Besar DEMA IPRIJA Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

Bogor — Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (DEMA IPRIJA) sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Villa Puri Amira 2, Kecamatan Cisarua, Puncak, Bogor, dengan suasana yang sejuk dan kondusif untuk bermusyawarah.
Musyawarah Besar dibuka dengan sambutan Presiden Mahasiswa DEMA IPRIJA periode 2025/2026, Prastian Muhammad Alim. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya Mubes sebagai forum tertinggi mahasiswa untuk melakukan evaluasi, pembaruan regulasi, serta regenerasi kepemimpinan demi keberlangsungan organisasi yang lebih baik dan progresif.
Agenda Musyawarah Besar kemudian dilanjutkan dengan serangkaian pleno yang berlangsung secara tertib dan demokratis. Pleno I membahas dan menetapkan tata tertib persidangan sebagai pedoman jalannya Mubes. Selanjutnya, Pleno II diisi dengan pemaparan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari masing-masing departemen DEMA IPRIJA sebagai bentuk transparansi dan evaluasi kinerja selama satu periode kepengurusan.
Pada Pleno III, peserta Mubes membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi guna menyesuaikan kebutuhan dan tantangan organisasi ke depan. Pleno IV menjadi momen penting dengan dilaksanakannya pemilihan ketua DEMA IPRIJA secara musyawarah mufakat. Sementara itu, Pleno V ditutup dengan agenda pendemisioneran mahasiswa semester 7 sebagai simbol estafet kepemimpinan dan regenerasi kader organisasi.
Setelah rangkaian pleno selesai, acara dilanjutkan dengan pemutaran video kenang-kenangan yang menampilkan perjalanan, dinamika, serta kebersamaan pengurus selama satu periode kepengurusan. Suasana haru dan kebanggaan pun terasa di antara seluruh peserta. Kegiatan kemudian diteruskan dengan musyawarah struktural untuk menyusun dan menguatkan arah kepengurusan ke depan.
Pada malam harinya, suasana Musyawarah Besar semakin hangat dengan kegiatan kebersamaan seperti bakar-bakaran dan aktivitas santai lainnya. Momen ini menjadi ajang mempererat solidaritas, kekeluargaan, dan kebersamaan antaranggota DEMA IPRIJA.
Secara keseluruhan, Musyawarah Besar DEMA IPRIJA tahun 2026 berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen mahasiswa Institut Pembina Rohani Islam Jakarta dalam menjaga nilai-nilai musyawarah, demokrasi, dan kekeluargaan demi kemajuan organisasi dan kampus tercinta.