IPRIJA Luncurkan Grand Design Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2023-2035, Wujudkan Visi Tri Dharma Perguruan Tinggi Berbasis Nilai Keislaman
Dalam rangka mewujudkan visinya sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdampak, Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) telah mengeluarkan kebijakan strategis melalui Keputusan Rektor Nomor SKEP/IN/8/I/2023 tentang Rencana Induk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (RIP-PkM) Tahun 2023-2035. Dokumen ini menjadi kompas bagi seluruh civitas akademika dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi hingga tahun 2035.
RIP-PkM ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sebuah cetak biru (blueprint) yang disusun secara komprehensif untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebijakan ini menandai era baru bagi IPRIJA dalam mendorong penelitian dan pengabdian masyarakat yang lebih terstruktur, terarah, dan berdampak nyata.
Arah dan Fokus Strategis
RIP-PkM IPRIJA 2023-2035 menetapkan sejumlah fokus dan tema penelitian unggulan yang selaras dengan kekhasan IPRIJA serta kebutuhan pembangunan nasional. Beberapa fokus area tersebut di antaranya:
- Pendidikan Islam dan Pengembangan Metodologi Pembelajaran: Penelitian inovatif untuk penguatan pendidikan guru madrasah, kurikulum berbasis nilai, dan model pembelajaran di era digital.
- Komunikasi dan Penyiaran Islam Kontemporer: Eksplorasi strategi dakwah digital, media baru, dan komunikasi yang efektif bagi masyarakat modern.
- Penguatan Karakter dan Kearifan Lokal Berbasis Nilai Islam: Kajian untuk memperkuat profil Pelajar Pancasila dan membangun ketahanan sosial-budaya masyarakat.
- Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Syariah: Pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan umat melalui pendekatan ekonomi syariah, kewirausahaan, dan teknologi tepat guna.
Manfaat bagi Civitas Akademika
Dengan adanya RIP-PkM ini, dosen, peneliti, dan mahasiswa IPRIJA mendapatkan kejelasan arah dan prioritas dalam merancang dan mengembangkan agenda penelitianĺpengabdiannya. Beberapa manfaat konkretnya antara lain:
- Sinergi yang Lebih Kuat: Membangun kolaborasi riset antardisiplin ilmu dan antar-fakultas di dalam IPRIJA berdasarkan tema-tema strategis yang telah ditetapkan.
- Hibah yang Terarah: Proposal penelitian dan PkM yang selaras dengan RIP-PkM akan memiliki nilai strategis dan kompetitif lebih tinggi, baik untuk pendanaan internal maupun hibah eksternal .
- Peningkatan Kualitas dan Dampak: Dengan fokus yang jelas, output penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat diimplementasikan menjadi produk, kebijakan, atau model pemberdayaan yang menyelesaikan persoalan riil di masyarakat.
- Penjaringan Mitra Strategis: RIP-PkM menjadi dokumen penting dalam menjalin kemitraan dengan pemerintah, industri, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi lain, baik dalam maupun luar negeri.
Dukungan Implementasi
Untuk memastikan implementasi RIP-PkM berjalan optimal, LP2M IPRIJA telah dan akan terus menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung, seperti coaching clinic penyusunan proposal, workshop penulisan karya ilmiah, dan seminar tematik, sebagaimana yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan komitmen nyata IPRIJA tidak hanya dalam menyusun kebijakan, tetapi juga dalam mendampingi pelaksanaannya di lapangan.
Dengan diluncurkannya RIP-PkM ini, IPRIJA menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak tenaga pendidik yang profesional, tetapi juga sebagai agent of change yang berkontribusi aktif dalam memajukan peradaban Indonesia melalui riset dan pengabdian yang integratif dan transformatif.

